Friday, 24 August 2012

KADANG HIDUP TAK BOLEH CENGENG

Kadang ada rasa sedih dengan kondisi kehidupanku di Canberra yang tidak sesuai dengan harapanku sebelum aku menginjakkkan kakiku di Canberra. Aku berharap setibanya aku di Canberra aku akan segera mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidangku di Engineering Design yang telah kugeluti selama lebih dari 10 tahun. Tapi rupanya itu hanyalah harapan belaka dan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Banyak teman-temanku menyatakan bahwa banyak pekerjaan di Australia dan aku pun sedikit termotivasi untuk berangkat ke Australia dan meninggalkan segala kehidupanku dan masa depanku di perusahaanku di Indonesia. Aku terpaksa resign dari pekerjaanku demi aku bisa berkumpul dengan keluargaku, anak-anak dan istriku dimana istriku tugas belajar di Canberra selama 4 tahun.

Dan memang rasanya tak mungkin membiarkan istriku sendirian di Canberra sedangkan kami di Indonesia. Akhirnya kami mendaratkan kaki kami di Canberra dan dengan berbagai harapan untuk bisa bekerja di Canberra dengan posisi di bidang Engineering kembali.

Seminggu dan dua minggu aku apply ke semua posisi yang mencari seorang engineering dan ada beberapa agent di Canberra berminat untuk menawarkan saya ke perusahaan-perusahaan yang ada di Canberra dan di bidang engineering tentunya. Dan saya pun merasa besar hati dan punya harapan yang besar untuk bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidangku di Canberra, dari tawaran gaji AUS$ 80.000/tahun - AUS$ 120.000/tahun. Dan aku mengikuti semua wawancara dengan baik dan salah satu company berminat untuk merecruitku..

Tapi..
Aku menunggu dan menunggu serta terus menunggu dari satu minggu, dua minggu dan lewat dua bulan aku menunggu akhirnya aku tak mendapatkan panggilan kerja dan kutelpon agent tenaga kerjaku di Canberra dan jawabannya belum ada informasi lagi dari clientnya. Dan aku bingung karena persediaan uang kami semakin hari semakin berkurang sedangkan beasswa istriku nggak bisa membantu banyak bilamana saya tak bekerja apalagi untuk bayar sewa rumah, listrik dan air serta makan hari hari.

Aku tetap berkeras bahwa aku bisa dapat pekerjaan dengan gaji besar di Canberra dan aku pertahankan egoku untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang engineeringku. Aku biarkan istriku mengeluh dengan kondisi keuangan kami karena aku merasa yakin bahwa aku akan mendapatkan pekerjaan tersebut.

Tapi..
Nyatanya semua itu hanya mimpi belaka....Semakin lama aku di Canberra semakin kecil keyakinanku untuk bisa bekerja sesuai dengan bidang engineeringku dimana seperti teman-temanku bilang, visa kita hanya bisa dipakai untuk pekerjaan yang casual alias pekerjaan kasar seperti cleaner atau kuli ataupun lainnya. Karena Student Dependent Visa tidak mungkin bisa kerja di bidang engineering atau di bidang keahlian atau profesionalisme kita. Namun aku masih tidak percaya dengan temanku tersebut karena aku tetap yakin aku bisa kerja sebagai seorang professional. Tapi aku bertahan dengan egoku dan aku nggak punya sumber penghasilan yang bisa masuk ke dalam kantongku. aku rasanya ingin menangis dengan keadaan yang tidak sesuai dengan harapan dan mimpiku.

Akhirnya aku pun mengalah dengan kondisi kehidupanku dan aku pun mengalah demi dan untuk keluargaku. Dan kulepaskan semua ego-ego ke professionalisme ku dan aku pun mulai mencari pekerjaan yang casual alias kasar dan akhirnya istriku menemukan kesempatan bekerja secara part time di Cardit Carpet Exhibition di Albert Hall dan aku coba jalani pekerjaan itu dengan semangat dan semangat demi mencari biaya untuk kehidupan keluargaku di Canberra.

"Stupid" dan perintah pakai kaki  itulah kata-kata dan sikap yang kudengar dan kuterima dari pemberi kerja di Albert Hall karena memang aku belum pernah bekerja di bidang kerja kasar, yach dari memindahkan karpet dari kontainer dan memasukkan ke dalam gedung Albert Hall, assist di saat acara berlangsung dan selesai. Kuterima semuanya dengan lapang dada.. Karena tidak hanya aku saja yang mengalaminya tapi semua pekerja yang disana mengalaminya juga. "Mas...jangan mikirin omelan dari Steve..Pikirkan saja uang gajinya khan lumayan buat beli susu anak" itu kata-kata temanku yang selalu kuingat disaat ego dan emosiku naik disaat kena marah oleh Steve ..bos kami disana.Gajinya cukup lumayan kerja di sana dimana gajinya sekitat AUS$ 17/jam.

Tapi itulah namanya kerja di Canberra beda banget dengan kerja di Indonesia, dimana kita disini tak bisa menarik napas untuk beristirahat kecuali di saat jam istirahat tiba..jadi tiap detik, tidak menit dan tiap jam selalu ada pekerjaan dan kita tak bisa diam dan duduk atau menarik nafas dan bila ketahuan , bakal disuruh pulang sama bos di sana. Dan Alhamdulillah dengan 4 hari bekerja di sana dengan setiap hari 5 jam. mendapatkan hasil yang cukup untuk makan hari-hari dan setidak-tidaknya membantu keluargaku.

Setelah bekerja di carpet exhibition aku pun coba lamar-lamar pekerjaan di Canberra yang casual sebagai cleaner dan atau pekerjaan casual lainnya dan aku bingung karena aku nggak punya experiences di bidang tersebut karena yang kubisa hanyalah di bidang engineering dan construction. Aku coba lamar dan tentunya aku selalu tidak berhasil dan aku juga minta tolong teman-temanku yang baru kukenal di Australia dan akhirnya aku pun bekerja secara part time juga di salah satu perusahan cleaner milik orang Indonesia di Canberra. Alhamdulillah, walau pekerjaannya setiap minggu kadang hanya 4 jam saja tapi aku sangat menikmatinya dan sangat berterima kasih bisa bergabung di sana. Dan rata-rata memang begitu kalau orang Indonesia yang dependend visa hanya bisa kerja di casual job.

Dan aku melupakan mimpi-mimpiku untuk bisa bekerja di bidang professional di Canberra. Dan mulai memikirkan kehidupan keluargaku dan kehidupanku di Canberra yang semakin hari semakin meningkat biayanya..Kadang aku merasa sedih tidak bisa dan belum bisa menghasilkan hasil yang  baik untuk keluargaku makanya aku ambil apa saja pekerjaan itu.

Akhirnya di samping kerja di cleaner dengan temanku, aku pun mencoba pekerjaan sebagai Catalog Delivery. Dan saat ditawari aku pun menyanggupi karena ku pikir bisa mendapatkan hasil yang baik serta pekerjaannya mudah hanya mengantar catalog ke rumah-rumah dan memasukkan ke dalam mail box.

Hari pertama aku bekerja sebagai Catalog Delivery dengan gaji AUS$ 39/1000 bisa aku berhasil memngantarkan semua catalog. Dan aku berjalan sambil membawa beban yang berat yaitu catalog dan aku pun memasukkan dengan mudah. Tapi aku nggak bisa terima dengan gonggongan anjing yang ada di setiap rumah yang aku jalani dan kadang aku pun mau dikejar oleh anjing karena aku orang asing di daerah itu. Ada rasa ingin menangis dan menangis saat aku berjalan sambil membawa catalog tapi saat aku merasa capek, aku selalu ingat istri dan anak-anakku. kalau aku mundur, anak-anakku mau makan apa dan kemungkinan istriku akan sedih bila aku lepas pekerjaan itu disaat aku belum dapat kerja lainnya.
Akhirnya kujalani dengan semangat yang tinggi walaupun ancaman anjing yang selalu menggongong dan kemungkinan aku dikejar oleh anjing selalu menyertai setiap langkahku saat mengatar catalog.

Tapi hasil yang kuharapkan dari kerja sebagai catalog delivery tidaklah sesuai harapanku. karena hitungan 39/1000 itu adalah hitungan per catalog dan bukan hitungan lembar dari catalog. Tapi aku tetap teruskan pekerjaan itu walaupun hasilnya kurang baik dan sampai akhirnya aku dapatkan pekerjaan yang baik.

Akhirnya aku mendapatkan pekerjaan di salah satu hotel di Canberra walaupun baru berjalan dua minggu ini dan aku berharap aku bisa megerjakan pekerjaan sebagai house keeping dengan baik walaupun aku belum pernah bekerja di bidang tersebut.

Hidup nggak boleh cengeng..