Friday, 14 December 2012

FIRST TIME TO SYDNEY

Sebenarnya Costum ini yang paling ditakuti oleh para pendatang yang ke Australia baik itu oleh oraang asing maupun warga negara Australia.. Karena kadang isi tas kita dibongkar habis bilamana kita tidak mengisi dengan jujur blangko costum yang diberikan ke kita untuk diisi pada saat di dalam pesawat.
Akupun mengisi formulir costum itu dengan apa adanya yang saya bawa dan Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar dan aku melewati proces imigrasi dan costum dengan selamat.. 
 
Kalau anda ingin melewati costum dengan lancar, isilah formulir itu dengan jujur. Karena pihak costum akan tahu apa saja yang kita bawa. Aku pun nggak tahu darimana mereka tahu kalau ada orang yang berbohong dengan apa yang dibawa dia alias di declare di dalam costum form. Costum itu istilahnya pihak bea cukai.
Saya pun belajar dari istri saya yang duluan tiba disana. Setiap barang-barang yang saya bawa, disortir istri saya dulu dengan pertanyaan-pertaanyaan. Ada beberapa yang diminta istri saya untuk dibawa akhirnya tidak jadi di bawa. Misalnya dipesan untuk membawa Abon. Akhirnya tak jadi kubawa. Karena kata istriku setiap sesuatu yang mengandung daging, telur dan susu dilarang untuk dibawa masuk ke Australia. Dan akhirnya juga aku tak jadi membawa Indomie Goreng walau sudah kubeli 8 bungkus. Dan akhirnya semua kitinggal di tempat kakakku. 
 
Aku pun tak jadi membawa obat-obatan untuk keperluan kami selama di sana. Dan juga obat-obatan untuk anakku yang baru sunat. Karena bekas sunat anakku belum sembuh benar sehingga aku harus membawa obat-obatan. Tapi kata istriku tak usah dibawa obat-obatan nanti susah menjelaskannya di Costum. Akhirnya aku tak jadi membawa obat-obatan ke dalam koperku. Juga rencananya aku ingin membawa minyak angin , berhubung itu juga semacam obat-obatan traditional, makanya istriku melarangku membawa minyak kayu putih. Sebenarnya bisa saja semua obat-obatan di bawa tapi semuanya harus di declare dan dijelaskan kepada pihak bea cukainya Australia. Dan daripada ribet urusannya. Akhirnya semua mengandung obat-obatan tidak jadi kubawa ke sana dan kutinggalkan di rumah. Maksudnya ribet itu ialah bagaimana cara menjelaskannya ke pihak costums tentang apa saja yang dibawa karena my english is not very good lah. 
 
Kalau bisa pun janganlah membawa buah-buahan ke Australia, aku pun dikasih tahu istriku untuk tidak membawa buah-buahan. Dan bila ingin dibawa harus di declare. Dan berhubung buah-buahan itu banyak macamnya tentulah tas kita akan dibuka dan tentunya lebih repot lagi urusannya. Jadi daripada ribet, aku nggak mau membawa buah-buahan dan dalam declare kubuat “No”.
 
Aku pernah lihat di televisi Canberra, ada seorang bapak yang tidak mendeclare buah-buahan yang dibawanya dan tas nya akhirnya dibongkar dengan habis dan ditemukan dua buah-buahan sejenis mangga dengan jumlah dua buah. Akhirnya si bapak itu ngeyel alias membantah dan minta supaya dibuang saja buah-buahan itu. Tapi berhubung si bapak itu tidak mengisi dengan jujur , costum declare form , akhirnya si bapak kena denda sebesar USD 200 untuk dua buah mangga yang dibawanya. Dan buah mangga itu disita oleh pihak costums. Tapi si bapak mendapatkan bukti pembayaran denda. 
 
Memang pihak costums Australia begitu ketat dan kita pun harus hati-hati dengan apa yang kita bawa, jadi jangan membawa sesuatu yang tidak kita declare di dalam bawaan kita dan daripada report urusan denda mendenda serta menunggu terlalu lama lebih baik dihindarkan hal-hal untuk membawa buah. Toh di Australia juga banyak buah-buahan dan harganya pun tak terlalu mahal. Tapi kalau memang ingin dibawa juga yach di declare saja dan diisi formnya dengan jelas dan jujur.
 
Kalau anda perokok dan ingin membawa rokok ke Australia hendaknya berpikir dua kali. Sebenarnya bisa membawa rokok tapi dalam jumlah tertentu dan harus di declare. Karena bilamana tidak di declare procesnya akan sama dengan si bapak pembawa buah. Karena saya bukan perokok, jadi saya nggak membawa rokok . Juga jangan anggap enteng satu batang rokok, karena itu pun harus di declare. Kalau nggak di declare bisa berurusan dengan polisi bandara tapi terlebih dahulu lewat costum dan tentunya barang bawaan kita akan dibongkar untuk mencari barang bukti lainnya yang tidak di declare. Declare itu artinya pemberitahuan apa saja yang dibawa masuk ke Australia. Tapi kalau anda berkeras ingin membawa rokok yach silahkan saja tapi harus di declare. Tapi kalau saran saya sich nggak usah dibawa karena kita nggak tahu apa yang terjadi kemudian bilaanda membawa rokok masuk ke Australia. Di Australia pun banyak kok yang jual rokok. Jadi beli saja di Australia. Tapi saya nggak tahu berapa harganya karena saya bukan perokok.
 
Bila anda membawa alat electronik dan laptop yach di declare saja juga. Karena di dalam form ada kata-kata bila membawa barang bawaan diatas AUS 900 dollar, jawab aja yes. Nanti bila ditanya jelaskan saja bahwa anda membawa laptop, camera, handycam, mainan anak-anak (psp, nitendo). Saya pun kemaren ditanya oleh pihak costums mengenai apa yang saya bawa, saya jelaskan saja apa yang saya bawa dan saya bilang semua bukan barang-barang baru. 
 
Bila anda membawa makanan baik itu makana kering atau basah harap di declare juga. Dan diterangkan pada saat diinterview oleh pihak costums. Saya aja ada membawa bumbu-bumbu masak semacam bumbu untuk membuat rendang. Intinya semua makanan yang kita bawa tidak mengandung telur, susu dan daging. Jadi harap semua yang kita bawa untuk di declare dengan jujur. Insya Allah, semua akan berjalan dengan lancar dan sempurna.
 
Saran-saran saya bila anda ingin melewati Costums/Bea Cukai Australia dengan baik dan lancar serta sempurna
  1. Bersedekahlah sebelum berangkat ke Australia.
  2. Berdo’alah minta dilapangkan semua urusan masuk ke Australia.
  3. Kalau anda orang Muslim, baca aja Ayat Kursi sebanyak 3 kali setelah sampai di Australia.
  4. Berpakaianlah yang rapi selayak seorang diplomat ulung. Sorry maksudnya pakai pakaian rapi saja dan tidak urakan. Karena itu kemungkinan bisa jadi penilaian kita untuk bisa dipercaya atau tidak dengan jawaban-jawaban kita.
  5. Isilah formulir costums dan declare dengan jujur dan jangan berbohong dengan apa yang dibawa kita. Bila anda ragu untuk dibawa , jangan dibawa. Daripada repot urusan denda mendenda dan dibongkar habis isi tas kita. Lebih baik katakan jujur dan declare jujur.
  6. Bila anda ingin membawa makanan cair seperti bumbu-bumbu masak semacam bumbu rendang, bumbu opor ayam dll hendaknya dibungkus dengan baik dan rapat sehingga airnya tak keluar. Kalau bisa pakai wadah/tempat semacam product tupperware, kemudian dimasukkan ke bungkus plastik dan kemudian dibungkus pake koran dan kemudian dibungkus plastik lagi. Itu cara yang saya lakukan. sehingga tidak ada bau yang keluar dari dalam bumbu tersebut.
  7. Bila anda membawa 3 buah koper seperti saya ada baiknya dikunci pake gembok saja dan tak usah di wrapping/ataupun dipacking dengan pake tali untuk memudahkan saja bilamana koper bawaan kita ada yang akan dibuka untuk menunjukkan barang-barang yang kita declare. Dan bila kita sudah mengambil barang2 dari bagasi hendaknya koper yang terkunci dibuka saja kunci gemboknya dan bilamana kita harus membuka tas kita, kita tinggal buka langsung tanpa membuka gembok terlebih dahulu.
  8. Bila anda membawa koper 3 buah seperti saya hendaknya, barang-barang yang di declare atau yang kemungkinan akan dibuka ditempatkan di dalam satu tempat dan usahakan pakai koper saja tempat itu. Maksudnya agar memudahkan kita untuk menutupnya kembali karena kalau pake kotak karton rada susah mempackingnya kembali bilamana tas koper tersebut itu dibuka.
  9. Kalau seperti saya, saya bawa 3 koper jadi pakaiaan, jaket, sepatu, alat mandi, handuk, sejadah saya tempatkan dalam dua koper. Sedang satu koper lagi saya masukkan bumbu-bumbu bawaan, kecap, saos, dan lain-lain yang kemungkinan akan dibuka pada saat pemeriksaan. Hendaknya kita pun memahami apa saja yang kita bawa sehingga kita mudah menjelaskan kepada pihak costums Australia apa saja yang dibawa dan tentunya dalam bahasa Inggris.
  10. Jangan takut terhadap pihak Imigrasi dan Costums Australia, karena mereka orangnya ramah-ramah. Dan sepanjang kita mengikuti procedur dengan baik. Insya Allah semua tidak ada masalah. Yang penting isilah formulir costums dengan benar dan jujur. Karena ada kemungkinan ketahuan apa saja yang kita bawa tapi tak di declare.
  11. Ada baiknya memeriksa kembali barang-barang yang akan kita bawa ke Australia baik itu pakaian, isi tas dan lain-lain yang akan dibawa. Saya saja melakukan 3 kali free inspection terhadap barang-barang bawaan saya, untuk mengetahui dimana saja barang-barang saya yang di declare ataupun terlewatkan.
Untuk anda perokok, ada baiknya hati-hati kembali dengan barang bawaan anda dan pastikan puntung rokok atau sebatang rokok tidak ada dalam pakaian anda. Misalnya anda yakin anda tidak membawa rokok tapi rupanya ada 1 batang rokok terselip di dalam saku baju anda. Dan dalam isian formulir costums, anda bilang tidak membawa rokok, dan ketahuan ada dalam saku baju anda di koper. Siap-siap saja menghadapi proces costums (bea cukai) dan bisa saja sampai ke polisi.. 
 
Ini Cuma pengalaman saya saja saat melewati process costums Australia, dan saya ikuti procedurnya dengan benar, mengisi formulir costums dengan jujur, meninggalkan di Indonesia barang-barang yang ragu untuk di declare. Dan ini nampaknya Australia dan New Zealand sama procedurnya dalam hal costums declare.

WELCOME TO AUSTRALIA

Aku nggak pernah menyangka dalam kejadian ini dalam hidupku bahwa aku akan tinggal berangkat dan menetap di Australia tepatnya selama lebh dari 1 tahun. Dan ini benar-benar mimpi yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Kadang aku merasa senang bisa tinggal di negara orang tapi kadang juga merasa sedih karena jauh dari keluarga dan teman-teman di Indonesia.
 
Tanggal Jum’at, 25 Mei 2012 lalu aku dan anak-anakku berangkat ke Australia dengan menggunakan pesawat Garuda Airlines menuju ke Sydney karena penerbangan international yang lebih dekat ke Canberra adalah ke Sydney. Dan istriku sudah menunggu kami di Bandara International Sydney Australia.
Alhamdulillah segala pengurusan visa, baik itu test kesehatan dan process lamanya visa berjalan dengan lancar dan Alhamdulillah Visa kami siap lebih cepat dari waktu yang diperkirakan sebelumnya. Karena sebelumnya aku merasa bahwa ada kemungkinan visa kami siapnya di awal Juni karena menurut informasi khabarnya 3 minggu process berjalan untuk mengurus pasport.
 
Makanya aku tak menyangka sama sekali saat aku di Medan, aku diinformasikan via email bahwa visa kami sudah siap per tanggal 17 Mei 2012. Padahal aku masih menunggu penyembuhan dari sunatnya anakku yang paling kecil karena kami akan menetap di Australia selama lebih dari dua tahun bahkan tiga tahun , makanya anak saya, saya sunat lebih awal karena anakku ke dua belum berumur 9 tahun. Karena demi berangkatnya kami ke Australia maka kami sunatkan dulu di medan.
Setelah kami mendapat informasi bahwa visa telah selesai maka saya balas email tersebut dan menyatakan bahwa saya akan mengambilnya pada hari senin, karena saya dan anak2 akan berangkat ke Jakarta tanggal 19 mei 2012. Dan Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar dan sesuai apa yang kurencanakan. Mungkin juga ini berkat doa kami, anak-anak, orang tua dan tentunya anak-anak yatim dan anak-anak Unicef.
Hari Jumat malam sekitar jam 7 malam kami berangkat ke Aiport Soe-Ta Cengkareng dari BSD. Kami diantar oleh kakak saya dan suaminya serta ibuku. Ya sebenarnya aku nggak terlalu berharap ibuku untuk mengantarku sampai bandara berhubung kondisi ibuku yang mana kakinya kena rematik sehingga agak susah berjalan. Tapi mungkin karena anak dan cucunya mau berangkat jauh dan lama kian makanya aku biarkan ibuku untuk mengantarku ke bandara. Dan juga mertuaku juga mengantar kami sampai ke bandara tapi jumpanya di bandara.
 
Sekitar pukul 8.30 wib kami tiba di bandara dan di terminal 2F, penerbangan international. Aku pun segera check in dan membagasikan ke tiga tas koper dan aku nggak terlalu khawatir karena di Garuda kami mendapat 30 kg free bagasi per orang dan kami bertiga maka mendapat 90 kg free bagasi. Dan kulihat ke tiga tas ku beratnya hanya seiktar 75 kg saja. Dan setelah membayar aiport tax sebesar 150 ribu rupiah per orang, aku pun keluar dari tempat check in dan berkumpul kembali dengan ibu dan kakakku sera keluargaku dan tak lama kemudian pun rombongan mertuaku datang ke bandara untuk melepas kepergian kami ke Canberra. Dan kami pun berkumpul dan bercerita. Tapi aku bingung mau ngomong apa dengan mertuaku. Dan hanya cerita-cerita biasa yang aku cerita dengan mertuaku. Alhamdulillah, aku bersyukur punya mertua yang sangat baik dan memahami kondisi aku, mantunya. Alhamdulillah, mungkin ini pun berkat do’aku di malam nisfu sa’ban saat aku mencari seorang istri. (baca kujumpa istriku di malam nisfu sa’ban...red)
Dan sekitar pukul 10.00 wib malam, kami pun pamitan dengan ibuku, bapak mertuaku, ibu mertuaku, kakakku, adikku untuk masuk ke ruang tunggu dan mertuaku berpesan supaya baik-baik kami disana. Sebenarnya aku sedih dan rasanya ingin menangis meninggalkan mertuaku dan ibuku untuk pergi ke luar Indonesia dalam waktu yang cukup lama.Tapi perasaan itu aku tahankan dan kualihkan pikiranku ketempat lain.
Setelah pamitan dengan keluargaku, kami pun masuk ke ruang tunggu tapi sebelumnya melewati process imigrasi terlebih dahulu. Dan setelah itu kami pun sholat isya dan secara tidak sengaja aku diminta seseorang untuk menjadi imam di sholat isya. Aku pun iya saja karena aku berharap yang terbaik yang akan Allah berikan untukku di Canberra. 
 
Akhirnya kami masuk ke ruang tunggu dan tak berapa lama kami pun dipanggil untuk memasuki pesawat. Dan berhubung aku membawa anak-anak kecil jadi kami pun disuruh duluan memasuki pesawat Garuda Indonesia Airlines. 
 
Sebenarnya masih ada pesawat yang lebih murah dari Garuda karena aku membeli tiket dengan harga sekitat 12 juta rupiah untuk 3 orang. Sebenarnya yang mahal adalah taxnya karena kami hanya membeli tiket one way. Tapi berhubung anak-anakku ingin menikmati film anak-anak dan bermain games di pesawat makanya aku dan istriku membeli tiket Garuda Indonesia Airlines. Dan memang saat kami sudah dalam pesawat, anak-anakku sibuk memainkan televisi yang ada di depannya padahal pesawat belum berangkat atau mengudara. Dan setelah pesawat mengudara, anak-anakku mulai memainkan games dan menonton film ya termasuk aku juga menyaksikan film action. Walaupun tak sempat aku tonton karena aku kecapean dan waktu pun sudah menunjukkan pukul 12 malam lewat, tapi kulihat kedua anakku masih asyik memainkan games dan menonton film. 
 
Saat aku tertidur, tak lama terasa ada cahaya yang masuk dari jendela pesawat dan kulihat matahari sudah mulai muncul padahal terasa baru sekejap aku tertidur dan kulihat anak-anakku masih tertidur. Tapi sebenarnya keherananku segera terjawab karena memang waktu Australian lebih cepat 3 jam dari waktu WIB. Makanya cepat sekali timbul matahari. 
 
Dan sekitar jam 6 an lewat, kami pun menyantap sarapan yang di sediakan oleh Awak Kabin Garuda Indonesia. Dan kami menikmatinya dengan lahap. Cuma sayang nggak ada nasinya karena tersedia hanyalah lontong pake ayam. Tapi tetap saja enak untuk dinikmati. 
 
Setelah itu ada pengumuman dari pilot bahwa pesawat akan segera mendarat di Bandara Sydney International. Dan kami pun segera menyiapkan diri kami dengan mengencangkan kembali ikat pinggang kami dan merapikan tempat duduk kami dan melipat meja yang ada di hadapan kami. 
 
Dan terbersit dalam pikiranku bahwa aku tak pernah menyangka dan tak pernah sekalipun bermimpi untuk datang ke Australia. Ada rasa haru dan rasa senang bisa datang ke Australia. Dan bisa berkumpul kembali dengan Istriku Tercinta yang kurindukan selama ini. Istilahnya Aku mencari Surga Dunia sampai ke Australia.
Dan tak lama kemudian pesawat pun mendarat di Bandara Sydney International dan taka berapa lama kami pun turun dari pesawat melalui ”Belalai Gajah” dan masuk ke dalam ruangan Airport. Rencananya setelah dari Sydney kami akan melanjutkan perjalanan kami ke Canberra dengan menggunakan Bus. Yang jelas istriku menjemput kami di Airport Sydney International.
 
Welcome To Sydney, My Friend.....

Friday, 24 August 2012

KADANG HIDUP TAK BOLEH CENGENG

Kadang ada rasa sedih dengan kondisi kehidupanku di Canberra yang tidak sesuai dengan harapanku sebelum aku menginjakkkan kakiku di Canberra. Aku berharap setibanya aku di Canberra aku akan segera mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidangku di Engineering Design yang telah kugeluti selama lebih dari 10 tahun. Tapi rupanya itu hanyalah harapan belaka dan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Banyak teman-temanku menyatakan bahwa banyak pekerjaan di Australia dan aku pun sedikit termotivasi untuk berangkat ke Australia dan meninggalkan segala kehidupanku dan masa depanku di perusahaanku di Indonesia. Aku terpaksa resign dari pekerjaanku demi aku bisa berkumpul dengan keluargaku, anak-anak dan istriku dimana istriku tugas belajar di Canberra selama 4 tahun.

Dan memang rasanya tak mungkin membiarkan istriku sendirian di Canberra sedangkan kami di Indonesia. Akhirnya kami mendaratkan kaki kami di Canberra dan dengan berbagai harapan untuk bisa bekerja di Canberra dengan posisi di bidang Engineering kembali.

Seminggu dan dua minggu aku apply ke semua posisi yang mencari seorang engineering dan ada beberapa agent di Canberra berminat untuk menawarkan saya ke perusahaan-perusahaan yang ada di Canberra dan di bidang engineering tentunya. Dan saya pun merasa besar hati dan punya harapan yang besar untuk bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidangku di Canberra, dari tawaran gaji AUS$ 80.000/tahun - AUS$ 120.000/tahun. Dan aku mengikuti semua wawancara dengan baik dan salah satu company berminat untuk merecruitku..

Tapi..
Aku menunggu dan menunggu serta terus menunggu dari satu minggu, dua minggu dan lewat dua bulan aku menunggu akhirnya aku tak mendapatkan panggilan kerja dan kutelpon agent tenaga kerjaku di Canberra dan jawabannya belum ada informasi lagi dari clientnya. Dan aku bingung karena persediaan uang kami semakin hari semakin berkurang sedangkan beasswa istriku nggak bisa membantu banyak bilamana saya tak bekerja apalagi untuk bayar sewa rumah, listrik dan air serta makan hari hari.

Aku tetap berkeras bahwa aku bisa dapat pekerjaan dengan gaji besar di Canberra dan aku pertahankan egoku untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang engineeringku. Aku biarkan istriku mengeluh dengan kondisi keuangan kami karena aku merasa yakin bahwa aku akan mendapatkan pekerjaan tersebut.

Tapi..
Nyatanya semua itu hanya mimpi belaka....Semakin lama aku di Canberra semakin kecil keyakinanku untuk bisa bekerja sesuai dengan bidang engineeringku dimana seperti teman-temanku bilang, visa kita hanya bisa dipakai untuk pekerjaan yang casual alias pekerjaan kasar seperti cleaner atau kuli ataupun lainnya. Karena Student Dependent Visa tidak mungkin bisa kerja di bidang engineering atau di bidang keahlian atau profesionalisme kita. Namun aku masih tidak percaya dengan temanku tersebut karena aku tetap yakin aku bisa kerja sebagai seorang professional. Tapi aku bertahan dengan egoku dan aku nggak punya sumber penghasilan yang bisa masuk ke dalam kantongku. aku rasanya ingin menangis dengan keadaan yang tidak sesuai dengan harapan dan mimpiku.

Akhirnya aku pun mengalah dengan kondisi kehidupanku dan aku pun mengalah demi dan untuk keluargaku. Dan kulepaskan semua ego-ego ke professionalisme ku dan aku pun mulai mencari pekerjaan yang casual alias kasar dan akhirnya istriku menemukan kesempatan bekerja secara part time di Cardit Carpet Exhibition di Albert Hall dan aku coba jalani pekerjaan itu dengan semangat dan semangat demi mencari biaya untuk kehidupan keluargaku di Canberra.

"Stupid" dan perintah pakai kaki  itulah kata-kata dan sikap yang kudengar dan kuterima dari pemberi kerja di Albert Hall karena memang aku belum pernah bekerja di bidang kerja kasar, yach dari memindahkan karpet dari kontainer dan memasukkan ke dalam gedung Albert Hall, assist di saat acara berlangsung dan selesai. Kuterima semuanya dengan lapang dada.. Karena tidak hanya aku saja yang mengalaminya tapi semua pekerja yang disana mengalaminya juga. "Mas...jangan mikirin omelan dari Steve..Pikirkan saja uang gajinya khan lumayan buat beli susu anak" itu kata-kata temanku yang selalu kuingat disaat ego dan emosiku naik disaat kena marah oleh Steve ..bos kami disana.Gajinya cukup lumayan kerja di sana dimana gajinya sekitat AUS$ 17/jam.

Tapi itulah namanya kerja di Canberra beda banget dengan kerja di Indonesia, dimana kita disini tak bisa menarik napas untuk beristirahat kecuali di saat jam istirahat tiba..jadi tiap detik, tidak menit dan tiap jam selalu ada pekerjaan dan kita tak bisa diam dan duduk atau menarik nafas dan bila ketahuan , bakal disuruh pulang sama bos di sana. Dan Alhamdulillah dengan 4 hari bekerja di sana dengan setiap hari 5 jam. mendapatkan hasil yang cukup untuk makan hari-hari dan setidak-tidaknya membantu keluargaku.

Setelah bekerja di carpet exhibition aku pun coba lamar-lamar pekerjaan di Canberra yang casual sebagai cleaner dan atau pekerjaan casual lainnya dan aku bingung karena aku nggak punya experiences di bidang tersebut karena yang kubisa hanyalah di bidang engineering dan construction. Aku coba lamar dan tentunya aku selalu tidak berhasil dan aku juga minta tolong teman-temanku yang baru kukenal di Australia dan akhirnya aku pun bekerja secara part time juga di salah satu perusahan cleaner milik orang Indonesia di Canberra. Alhamdulillah, walau pekerjaannya setiap minggu kadang hanya 4 jam saja tapi aku sangat menikmatinya dan sangat berterima kasih bisa bergabung di sana. Dan rata-rata memang begitu kalau orang Indonesia yang dependend visa hanya bisa kerja di casual job.

Dan aku melupakan mimpi-mimpiku untuk bisa bekerja di bidang professional di Canberra. Dan mulai memikirkan kehidupan keluargaku dan kehidupanku di Canberra yang semakin hari semakin meningkat biayanya..Kadang aku merasa sedih tidak bisa dan belum bisa menghasilkan hasil yang  baik untuk keluargaku makanya aku ambil apa saja pekerjaan itu.

Akhirnya di samping kerja di cleaner dengan temanku, aku pun mencoba pekerjaan sebagai Catalog Delivery. Dan saat ditawari aku pun menyanggupi karena ku pikir bisa mendapatkan hasil yang baik serta pekerjaannya mudah hanya mengantar catalog ke rumah-rumah dan memasukkan ke dalam mail box.

Hari pertama aku bekerja sebagai Catalog Delivery dengan gaji AUS$ 39/1000 bisa aku berhasil memngantarkan semua catalog. Dan aku berjalan sambil membawa beban yang berat yaitu catalog dan aku pun memasukkan dengan mudah. Tapi aku nggak bisa terima dengan gonggongan anjing yang ada di setiap rumah yang aku jalani dan kadang aku pun mau dikejar oleh anjing karena aku orang asing di daerah itu. Ada rasa ingin menangis dan menangis saat aku berjalan sambil membawa catalog tapi saat aku merasa capek, aku selalu ingat istri dan anak-anakku. kalau aku mundur, anak-anakku mau makan apa dan kemungkinan istriku akan sedih bila aku lepas pekerjaan itu disaat aku belum dapat kerja lainnya.
Akhirnya kujalani dengan semangat yang tinggi walaupun ancaman anjing yang selalu menggongong dan kemungkinan aku dikejar oleh anjing selalu menyertai setiap langkahku saat mengatar catalog.

Tapi hasil yang kuharapkan dari kerja sebagai catalog delivery tidaklah sesuai harapanku. karena hitungan 39/1000 itu adalah hitungan per catalog dan bukan hitungan lembar dari catalog. Tapi aku tetap teruskan pekerjaan itu walaupun hasilnya kurang baik dan sampai akhirnya aku dapatkan pekerjaan yang baik.

Akhirnya aku mendapatkan pekerjaan di salah satu hotel di Canberra walaupun baru berjalan dua minggu ini dan aku berharap aku bisa megerjakan pekerjaan sebagai house keeping dengan baik walaupun aku belum pernah bekerja di bidang tersebut.

Hidup nggak boleh cengeng..